Thursday, 5 January 2023

Penerimaan

Ingin dilihat sebagai sosok tanpa celah, ingin membuang seluruh bagian buruk yang melekat pada diri, ingin diterima oleh sosial, sampai lupa untuk menerima diri sendiri, sesosok diri yang mustahil hadir tanpa salah.

Menakutkan ketika membayangkan perihal penolakan, tidak diinginkan keberadaannya oleh sekitar, tapi lantas apakah kita jadi mesti menolak diri sendiri? Berubah menjadi sosok yang bukanlah kita, berusaha keras memahat diri menjadi sosok yang orang lain inginkan terhadap diri kita. Apakah diterima oleh sosial harus berarti berupa penolakan terhadap diri sendiri?

Kekeliruanmu, keburukanmu, segala tindakan bodoh yang kamu lakukan di masa lalu, itu adalah dirimu, bagian darimu yang tidak akan pernah terpisahkan bahkan jika kamu mati. Segala tindakan yang kamu putuskan dalam hidup, seperti itulah kamu membentuk dirimu. Maka seluruh kumpulan kebodohan yang telah berlalu itu tidak perlu ditolak atau dikubur dalam-dalam seolah tidak pernah terjadi. Terima itu sebagai kenyataan masa lalu yang tidak bisa diubah, kemudian habiskan energimu untuk memikirkan keputusan apa yang akan kamu ambil di hari ini dan besok.

Seseorang yang seharusnya paling bisa menerimamu apa adanya adalah dirimu sendiri. Ketika kamu saja memusuhi dirimu sendiri, siapa lagi yang akan mau menerimamu?

Jadi, apakah kamu sudah menerima dirimu seutuhnya, apa adanya?

Saturday, 3 December 2022

Menyoal Persoalan Kebahagiaan


Pernahkah kamu berandai-andai, bagaimana jadinya jika hidup yang kamu jalani tak pernah lagi harus berbenturan dengan masalah? Pemikiran seperti barusan biasanya muncul ketika berada di titik terletih akibat dihantam masalah yang tak kunjung usai. Diperparah dengan fakta bahwa mereka datang di waktu yang bersamaan. Tidak satu per satu, melainkan keroyokan, mengerubungi kepalamu hingga rasanya ingin meledak di tempat.

Kebenaran menyedihkan yang harus sama-sama kita telan, pengandaian tadi hanya akan terus menjadi andai-andai, karena hidup adalah tentang berpindah dari satu masalah ke masalah selanjutnya. Pemahaman yang keliru ketika menganggap tidak mesti menghadapi masalah dalam hidup sama dengan hidup ideal yang selamanya bahagia. Justru kebahagiaan itu datang ketika kita berhasil menyelesaikan setiap masalah yang datang.

Kebahagiaan adalah hadiah dari keberhasilan kita setelah menyelesaikan masalah, seperti kebahagiaan saat berhasil menyatukan seluruh kepingan puzzle bergambar Teletubbies, berhasil mengalahkan Bowser dan menyelamatkan Princess Peach di game Super Mario Bros, atau berhasil menarik keluar potongan rendang yang tersangkut di gigi geraham paling belakang saat menyantap makanan di pesta pernikahan teman. Tak peduli persoalan remeh seperti menentukan ingin makan apa malam ini atau persoalan yang lebih serius seperti cara menurunkan angka kasus busung lapar di Republik Afrika Tengah, Persamaan dari semua hal tadi adalah bagaimana kebahagiaan baru akan muncul setelah berhasil menyelesaikan persoalan.

Semua orang menginginkan kebahagiaan dan itu merupakan sebuah kewajaran, karena kita cenderung berpikir bahwa bahagia adalah kunci untuk memusnahkan segala masalah. Sementara yang banyak orang tidak sadari adalah kebahagiaan hanya sebuah bentuk penghargaan dari masalah yang berhasil kita selesaikan, seperti yang sudah dijelaskan di paragraf sebelum ini. Dengan itu mestinya terjadi pergeseran fokus, dari yang tadinya hanya sibuk mengejar kebahagiaan menjadi berusaha untuk menyelesaikan masalah, sehingga menghasilkan kebahagiaan.

Kebahagiaan tidak datang dengan gratis, ia membutuhkan perjuangan. Ia tumbuh dari masalah yang diselesaikan. Perasaan senang di dalam hatimu itu tidak muncul tiba-tiba tanpa sebab, sebagaimana rasa sakit yang diderita juga jika ditelusuri pasti ada penyebabnya. Jika begitu, pertanyaannya menjadi:

What are you willing to struggle for?

Sunday, 13 December 2020

Masih Hidup

Adalah hal yang wajar jika mengira gue udah mati, mengingat blog ini nggak pernah lagi diisi. Entah atas alasan apa gue akhirnya berhenti nulis di sini, yang jelas sih, gue males. Menulis harusnya didasari karena memang suka nulis, bukan karena supaya ada yang baca. Kalo menulis atas dasar yang kedua, ketika nggak ada lagi yang baca, motivasi nulisnya otomatis jadi ilang. Mungkin itu yang gue alami. Gue nulis supaya dibaca banyak orang, bukan karena gue memang suka nulis. Gue memang suka nulis, tapi yang menggerakkan gue untuk nulis bukan kesukaan gue untuk nulis, melainkan supaya dibaca banyak orang. Loh bukannya tadi gue udah bilang gitu? Pokoknya gitu lah.

Seperti sejak awal mula blog ini dibuat, gue nggak membatasi diri dengan tema apa yang harus dibahas, topik apa yang harus ditulis, alias semau gue aja. Menulis di blog pribadi seharusnya jadi kegiatan menyalurkan pikiran yang menyenangkan, bukan tuntutan kerjaan. Intinya, gue mau menghidupkan lagi blog ini, tapi isinya suka-suka gue, udah gitu aja.

Entah bakal diisi apa lagi nantinya, yang pasti gue akan mulai menulis di sini lagi, kali ini bukan supaya ada yang baca, tapi karena gue suka nulis. Semoga sih tetep ada yang mau baca. Kalo nggak ada yang baca, ya semoga sih tetep ada yang mau baca. Loh bukannya tadi gue udah bilang gitu? Pokoknya gitu lah.

Pokoknya gitu lah.

Udah nggak usah dibaca sampe sini juga.

Ngeyel ya kalo dikasih tau.

Astaga.

Tuesday, 21 February 2017

3 Hal Positif Dari Kecoa

Apa yang terlintas di kepala lu ketika mendengar kata kecoa? Sebagian orang pasti jijik, sebagian lagi biasa aja, dan sebagian lainnya malah sibuk mikirin kenapa chat sejak berhari-hari lalu belum juga dibales sama gebetan. Padahal lu harusnya sadar, ternyata selama ini gebetan lu cuma menganggap diri lu sebagai hama seperti kecoa. Nggak usah sedih. Sini aku semprot muka kamu pake Baygon biar wangi.

3 Hal Positif Dari Kecoa

Friday, 20 May 2016

Manfaat Tanggal Tua

Ini adalah sebuah acara Kompetisi Blogger ShopCoupons X MatahariMall. Yang diselenggarakan oleh ShopCoupons. voucher mataharimall dan hadiah disponsori oleh MatahariMall.
mataharimall-kompetisi

Bagi sebagian orang, tanggal tua merupakan sebuah momok menakutkan yang tentu saja dibenci kehadirannya. Jika tanggal tua adalah manusia, mungkin dia telah lama dikucilkan masyarakat, setiap melamar kerja pasti ditolak dengan alasan-alasan yang tidak masuk akal dan terkesan mengada-ada seperti keteknya dibilang bau gagang gerobak cendol. Atau yang lebih parahnya lagi, dia sering dicakar ramai-ramai oleh kucing-kucing yang hobi nongkrong di warung pecel lele pinggir jalan. 


Kredit: Nyunyu.com
“Najis lo!” teriak salah satu kucing gendut bercorak hitam-putih mirip acaranya Dedy Corbuzier ketika si tanggal tua hendak lewat. Padahal dia sudah bilang permisi sebelumnya. Kucing tersebut diketahui bernama garong yang ternyata baru saja bangkit dari comberan akibat terpleset dan tercebur selama lima detik. Garong nggak sadar kalo dia lebih najis dan menjijikan.

Kasian si tanggal tua.

Saturday, 23 April 2016

Zona Pertemanan




Hei kamu, yang masih saja terjebak dalam lingkaran setan


Iya, kamu, yang masih saja berusaha menyangkal kenyataan

Sadarkah bahwa dirimu sedang terperangkap dalam sebuah zona ketidaknyamanan?

Wednesday, 6 January 2016

Derita Pelajar Jangkung


Dari jaman bokap gue masih suka garuk-garuk pantat pake mesin jait sampe akhirnya jadi mesin jait yang suka garuk-garuk bokap gue pake pantat, semua orang pendek kalo ditanya apa keinginannya pasti jawabannya selalu sama: pengin tinggi! Hal itu terjadi karena orang-orang yang berbadan tinggi biasanya terlihat lebih keren, lebih gagah, atau lebih ideal dibandingkan dengan orang-orang yang buat metik rumput aja masih harus jinjit. Padahal orang tinggi tuh nggak selamanya begitu. Contohnya aja gue; cowok tinggi, kurus, kulitnya dekil, dakinya tebel, keteknya bau limbah pabrik, udah gitu sering dicontekin pas ujian. Nggak ada keren-kerennya kan?


Tinggi badan gue berani melawan tinggi badan nyokap. Dasar anak durhaka!

Wednesday, 30 December 2015

Hal-hal Ngeselin Di Bioskop

Sebagai penyuka film, menonton film di bioskop merupakan ritual yang wajib gue lakukan. Selain bikin seneng dan dapet pengalaman seru, nonton film di bioskop juga bisa dijadikan sebagai wadah untuk cuci mata karena mbak-mbak petugas bioskop biasanya cakep-cakep. Satpamnya juga kadang cakep. Apa lagi kalo badannya kotak-kotak kayak kemejanya Jokowi pas kampanye Pilgub DKI Jakarta, duh, bisa bikin dengkul lemes...


Ahok dan Jokowi kebanyakan nge-gym, badannya jadi kotak-kotak.


Eh, tunggu...

Ini nggak seperti yang kalian pikirin...

Gue punya pacar...

Gue laki-laki normal...

Cuma otak gue doang yang abnormal...

Sumpah...


*Kembali ngomongin bioskop*

Walaupun bioskop adalah tempat untuk mencari hiburan dan kesenangan, tapi ada aja hal-hal di bioskop yang bikin gue dan mungkin sebagian orang kesel. Melalui postingan ini, gue pengin berbagi keresahan tentang apa aja hal-hal yang ngeselin di bioskop. Cekidot.

Sunday, 29 November 2015

Filosofi Basi





Mungkin buat sebagian orang filosofi ini udah basi. Tapi buat gue, mengibaratkan perilaku manusia dengan penggunaan pisau adalah sesuatu yang keren dan mudah dicerna oleh otak gue yang kinerjanya nggak lebih cepet dari kecepetan maksimal paket internet unlimited.

Mari kita sama-sama merenung, berpikir, dan menggunakan akal yang telah dianugerahkan Tuhan dengan sebaik-baiknya.

Ini hanyalah tentang pisau.

Wednesday, 4 November 2015

Roh Jahat Bernama Kebodohan

31 Oktober kemarin dunia diramaikan dengan perayaan Halloween. Gue sendiri kurang paham sama perayaan ini. Tapi yang gue tangkep dari berbagai informasi yang lalu-lalang di media,  perayaan Halloween adalah suatu hari di mana orang-orang menggunakan berbagai kostum yang menyeramkan dengan tujuan untuk menakut-nakuti roh jahat yang diperkirakan akan mengganggu ketenangan dalam pelaksanaan Pilkada serentak pada 9 Desember 2015. Keren sih niatnya, tapi buat gue ini sama sekali nggak masuk akal. Setau gue, roh-roh jahat itu biasanya identik dengan hal-hal yang menyeramkan, otomatis mereka udah bosen sama hal yang begituan. Jadi mereka pasti nggak bakal takut kalo ketemu sama hal-hal yang menyeramkan juga. Kalo pengin nakut-nakutin mereka, jangan pake hal-hal yang berbau mistis, Karena nggak akan ada efeknya. Buktinya gue dan RezaSejenis pupuk kandang yang bisa bikin Dajjal cium tangan kalo nggak sengaja papasan di jalan— sama sekali nggak ngerasa takut, dan sampai detik ini pun kami masih bisa nyiumin foto Chelsea Islan dan rebutan oksigen dengan damai di dunia.


Reza, satu-satunya roh jahat ngondek yang tidak sengaja diciptakan Tuhan.

Tuesday, 11 August 2015

Cara Mencintai Indonesia

Bulan Agustus di Indonesia biasanya indentik dengan munculnya jutaan orang dari Sabang sampai Merauke yang mendadak jadi nasionalis dan cinta tanah air. Kenapa bisa gitu? Karena setiap tanggal 17 di bulan Agustus, Indonesia merayakan hari kemerdekaannya. Momen hari kemerdekaan ini sering banget dimanfaatin sama orang-orang yang (katanya) berjiwa nasionalisme dan patriotisme buat ngaku-ngaku di media sosial kalo mereka cinta dan bangga sama Indonesia. Dari mana gue tau? Soalnya gue begitu.

Saturday, 14 March 2015

Sumanto Kumal

Nyet, lu tau buku Koala Kumal-nya Raditya Dika kan? Dalam rangka promosi buku barunya itu, sekarang doi lagi tur keliling Indonesia buat ketemu dan ngasih tanda tangan ke para fans-nya.”

“Iya gue tau. Terus kenapa?” Tanya Reza dengan nada sedikit songong. Kalo bukan karena sahabat gue, mungkin dia udah gue kutuk jadi tudung saji.

"Tau dari mana lu? Sejak kapan lu apdet tentang beginian?" Gue terheran-heran. Nggak biasanya si kampret tau-tauan tentang beginian. Tau dari mana nih bocah kunyuk?

"Tau dari lu barusan," Jawab Reza santai.

"Oh," Bales gue datar. Setelah dibikin gondok kayak gini, niat gue untuk mengutuknya menjadi tudung saji pun semakin mantap.

"Gue barusan ngeliat jadwal turnya di akun Twitter Gagas Media. Tanggal 28 Februari Raditya Dika bakal ngedatengin Bintaro Plaza. Ke sono yuk?”

“Jadi terus gue mah,” Jawab Reza dengan antusias. Untunglah dia antusias, jadinya gue nggak harus repot-repot ngebenturin kepala botaknya itu ke tembok sampe dia berubah jadi tudung saji.

“Eh tapi gue lagi nggak ada duit nih,” Lanjut Reza. Yak, inilah Reza, sahabat gue yang paling kampret. Baru aja bikin gue seneng, eh nggak sampe semenit kemudian udah bikin kesel lagi. Tadinya gue beneran pengin ngutuk dia jadi tudung saji, tapi sayangnya gue nggak bisa. Bukan karena gue kasihan sama tampangnya yang minta dilemparin recehan itu, tapi emang karena gue nggak bisa aja. Kalo gue bisa mah, beuh, bukan cuma gue kutuk jadi tudung saji, bumbu siap saji pun juga gue jabanin. Tapi ya sekali lagi gue tekankan, gue nggak bisa. Ya udah.

“Ya sama Za, gue juga lagi bokek. Tapi gue pengin banget ketemu Radit. Lu kan tau kalo gue nge-fans sama dia udah lama. Dari lu masih jomblo juga gue udah nge-fans sama Radit, Za.”

“Lah pan sekarang juga gue masih jomblo, Nyet!

“Oh iya lupa.” Saking lamanya dia menjomblo, gue sampe lupa kalo dia jomblo. “Terus gimana ini, jadi mau dateng kagak lu?” Sambung gue. Sebenernya gue gondok kalo ngajak Reza pergi. Soalnya tiap kali gue ajak pergi pasti alesannya selalu sama: Nggak punya duit. Padahal setiap kali abis ngomong gitu di sekolah, nggak lama setelahnya dia langsung melesat menuju kantin buat jajan batu cincin dan batu ginjal. Dan yang lebih sempaknya lagi, gue sama sekali nggak dibagi. Kita mah sabar aja dah.

“Liat entar dah yak.”

“Awas aja lu kalo kagak jadi! Gue botakin lu!”

“Lah pan sekarang juga gue udah botak, Nyet!

“Oh iya lupa.”




Sunday, 28 September 2014

Bangkit Dari Kubur

Bukan, gue bukan mau nyeritain gimana proses kebangkitan gue dari kubur. Tapi dengan hadirnya postingan ini, gue pengin ngebangkitin si SumantoLOL dari kuburnya. Udah lama banget si SumantoLOL nggak gue momong. Gara-gara gue tinggalin gitu aja, akibatnya si SumantoLOL didiagnosis cacingan karena kekurangan postingan. Dan karena kebiasaan dia yang suka cebok pake tangan kanan, makanya si SumantoLOL akhirnya jadi tambah sakit. Gue nggak masalah sih kalo dia suka cebok pake tangan kanan, tapi masalahnya dia nggak punya tangan. Jadi selama ini dia cebok pake tangan siapa dong?

Mager coy.

Gue pikir karena udah gede si SumantoLOL bisa bikin postingan sendiri. Ternyata nggak. Guenya aja yang sotoy. Bukan sotoy sih, lebih tepatnya males. Tiap ada yang nanya kapan blog gue apdet lagi, gue selalu berusaha untuk mencari-cari alibi yang terdengar masuk akal.

Wednesday, 25 June 2014

Ketika Nggak Punya Duit Pas Liburan

Liburan biasanya selalu identik dengan kebahagiaan dan kegembiraan. Pernyataan itu bener, kalo kita punya duit. Buat pelajar kayak gue, liburan bisa jadi bahagia sekaligus bencana. Kenapa bisa gitu? Karena pasokan dana buat pelajar itu rata-rata cuma bisa mengalir ke kantong ketika hari-hari sekolah aja. Kalo lagi liburan (apa lagi sampe berminggu-minggu) ya para pelajar yang senasip sama gue paling-paling cuma bisa gigitin jempol. Jempol kaki. Jempol kaki orang.



Walaupun liburan tanpa duit, bukan berarti kita nggak bisa liburan loh gaes! Di postingan kali ini gue bakal ngerekomendasiin ke kalian hal-hal yang bisa dilakukan buat ngemanfaatin waktu liburan walaupun lagi kagak punya duit. Mau tau apa aja? Nih sikat abis sob!


Wednesday, 28 May 2014

Keadilan dan Coki-Coki

Manusia memang sering nggak adil. Kenapa gue bilang begitu? Karena ATM sampe bisa dibobol empat kali sama Real Madrid dan ditonton langsung oleh jutaan pasang mata dari seluruh dunia. Tapi polisi, tentara, hakim, presiden, ketua RT, ketua panitia amal masjid, dan ketua kelas malah adem-ayem aja tanpa melakukan penindakan apapun terhadap pihak dari Real Madrid yang jelas-jelas ketauan membobol ATM sampe 4 kali! Gue bukannya kecewa karena gue kalah taruhan dalam memperebutkan pilus sapi panggang dari temen gue, tapi gue cukup kecewa dengan hukum di dunia yang terkesan tebang pilih dalam mengambil keputusan. ATM dibobol 4 kali didiemin, giliran nenek-nenek nyolong gedebong pisang digebukin. Haiya... alassolaaa~

Justice League for ATM!

Friday, 9 May 2014

Tips Memelihara Kucing

Gue sangat menyayangi hewan-hewan yang ada di bumi ciptaan tuhan ini, terutama sama hewan yang juga sangat disayangi oleh Nabi Muhammad saw. Iya, hewan yang gue maksud adalah Ganteng-Ganteng Serigala. Eh bukan, itu sih judul sinetron yang niru-niru film Twilight Saga: Berakin Dong. Hewan yang sebenernya gue maksud itu adalah kucing. Bagi gue, kucing adalah sebagian dari harta karun dalam hidup gue. Kenapa bisa gitu? Karena kucing kesayangan gue selalu sukses dalam menghilangkan rasa lelah setelah hampir seharian gue molor di meja kelas. Selain itu, kucing gue juga mampu menghilangkan stress saat gue lagi ngadepin banyak masalah. Bahkan, kucing gue juga paling mahir dalam menghilangkan ayam goreng yang sedang berbaring manja di meja makan. Kucing gue memang hewan yang cerdas. Dia nggak pernah menyia-nyiakan kesempatan yang terpampang nyata di depan matanya. Sekecil apapun tulang ayam yang tersisa di meja makan, pasti langsung ditelen sama dia. Dari si Miokucing gue, gue belajar, antara memanfaatkan kesempatan dengan baik, kelaperan dan rakus itu ternyata beda tipis.

Monday, 21 April 2014

Tuhan Sayang Kalian

Love God
Tuhan sayang kita semua :)

Ketika bicara tentang kuasa tuhan, kita sebagai manusia cuma bisa melempem sambil garuk-garuk pantat. Nggak ada satupun manusia yang bisa mengelak ketika matahari terbit di timur dan tenggelam di barat. Nggak ada satupun manusia yang bisa mengubah bentuk bumi jadi prisma segitiga. Dan nggak ada satupun manusia di dunia ini yang rela bilang kalo gue ganteng. Nggak ada.

Itulah kehebatan Sang Pencipta. Apapun yang dia kehendaki pasti langsung terwujudkan. Nggak ada yang bisa menghentikan atau menyuruh dia melakukan sesuatu. Semua yang ada di alam semesta ini adalah atas kehendak-Nya. Nggak ada satupun manusia di dunia ini yang rela bilang kalo gue gantengpun itu juga kuasa-Nya. Gue cuma bisa pasrah. Haiya... alassolaaa~

Saturday, 22 March 2014

Asem Manis Televisi

Keluarga gue adalah keluarga yang sangat hobi melakukan ritual makan sambil menonton televisi. Hampir setiap makan bareng  di ruang keluarga, gue dan keluarga pasti nggak pernah absen buat mantengin tipi sambil rebutan remot dan gonta-ganti channel. Walaupun kami satu keluarga, tapi jenis acara televisi yang pengen ditonton pasti selalu beda. Adek gue yang berbadan atletis, berhati agamis dan beraroma amis maunya nonton Spongebob. Bokap gue yang berwatak serius, berakal jenius dan berpaha mulus maunya nonton politikus berantem. Dan nyokap gue yang berparas cantik, berjiwa kharismatik dan berwajah antik maunya nonton acara joget-joget. Sedangkan guecowok berjiwa seni yang sering disiram pake air senitiap makan bareng paling cuma bisa nontonin Spongebob berantem sama politikus sambil joget-joget. Andai aja tipi gue bisa dibagi empat, pasti gue nggak perlu lagi repot-repot nyari video kelanjutan episode dari sinetron diem-diem suka nyopet di eternit tiap harinya.

Monday, 10 March 2014

Tujuan Sumanto Ngeblog

Segala sesuatu yang kita lakukan pasti ada tujuannya. Contohnya aja kalo orang nyapu rumah pasti tujuannya supaya rumahnya jadi bersih. Atau supaya nggak di marahin emaknya. Cewek yang suka pake celana ketat warna-warni sambil naik motor metik bertiga pasti tujuannya buat menarik perhatian cowok. Atau pengen dianggap cabe-cabean aja. Cewek yang melakukan operasi plastik pasti tujuannya supaya terlihat lebih cantik. Cowok yang melakukan operasi plastik pun juga pasti tujuannya supaya ngalahin kecantikan cewek cantik. Nah, karena segala sesuatu yang dilakukan pasti ada tujuannya, makanya gue ngeblog karena gue punya tujuan dari ngeblog. Dari ngeblog, gue pengen...

Saturday, 15 February 2014

Sunat Pake Playstation 7

Dalam agama Islam, sunat adalah sebuah kegiatan sekali seumur hidup yang sangat wajib dilakukan oleh seorang cowok. Terutama bagi cowok yang mempunyai sebatang senjata tajam yang dapat menyusut dan memuai secara signifikan. Kalo seandainya seorang cowok muslim itu nggak punya, ya beli dulu lah di apotik. Atau kalo nggak mau modal bisa juga pinjem sama tetangga. Tapi abis minjem jangan lupa balikin. jauhin dah tuh sifat minjalik alias minjem jadi milik. Nggak mau kan dicap sebagai tetangga yang durhaka? Emangnya mau dikutuk jadi sambel rujak? Nggak mau kan? makanya, jauhin sifat minjalik alias minjem jadi milik. 

Ngomong-ngomong tentang sambel rujak, sejak lahir sampe jelek kayak sekarang gue hidup di keluarga dan di lingkungan yang mayoritas beragama Islam. Seperti yang gue bilang tadi, dalam agama Islam seorang cowok yang memiliki senjata tajam diwajibkan untuk melakukan ritual sakral yang dinamakan sunat. Karena gue ini cowok, beragama Islam dan gue juga memiliki senjata tajam di sekitar pusat kota Bikini Bottom, makanya gue menyuruh adik gue satu-satunya yang udah kelas 6 SD tapi masih mendewakan spongebob untuk sunat bareng squidward di rumah milik patrick.

Itu adek gue. Iya, yang ada senarnya.