Gue sangat menyayangi hewan-hewan yang ada di bumi ciptaan tuhan ini, terutama sama hewan yang juga sangat disayangi oleh Nabi Muhammad saw. Iya, hewan yang gue maksud adalah Ganteng-Ganteng Serigala. Eh bukan, itu sih judul sinetron yang niru-niru film Twilight Saga: Berakin Dong. Hewan yang sebenernya gue maksud itu adalah kucing. Bagi gue, kucing adalah sebagian dari harta karun dalam hidup gue. Kenapa bisa gitu? Karena kucing kesayangan gue selalu sukses dalam menghilangkan rasa lelah setelah hampir seharian gue molor di meja kelas. Selain itu, kucing gue juga mampu menghilangkan stress saat gue lagi ngadepin banyak masalah. Bahkan, kucing gue juga paling mahir dalam menghilangkan ayam goreng yang sedang berbaring manja di meja makan. Kucing gue memang hewan yang cerdas. Dia nggak pernah menyia-nyiakan kesempatan yang terpampang nyata di depan matanya. Sekecil apapun tulang ayam yang tersisa di meja makan, pasti langsung ditelen sama dia. Dari si Mio—kucing gue—, gue belajar, antara memanfaatkan kesempatan dengan baik, kelaperan dan rakus itu ternyata beda tipis.
Home » All posts
Friday, 9 May 2014
Monday, 21 April 2014
Tuhan Sayang Kalian
| Tuhan sayang kita semua :) |
Ketika bicara tentang kuasa tuhan, kita sebagai manusia cuma bisa melempem sambil garuk-garuk pantat. Nggak ada satupun manusia yang bisa mengelak ketika matahari terbit di timur dan tenggelam di barat. Nggak ada satupun manusia yang bisa mengubah bentuk bumi jadi prisma segitiga. Dan nggak ada satupun manusia di dunia ini yang rela bilang kalo gue ganteng. Nggak ada.
Itulah kehebatan Sang Pencipta. Apapun yang dia kehendaki pasti langsung terwujudkan. Nggak ada yang bisa menghentikan atau menyuruh dia melakukan sesuatu. Semua yang ada di alam semesta ini adalah atas kehendak-Nya. Nggak ada satupun manusia di dunia ini yang rela bilang kalo gue gantengpun itu juga kuasa-Nya. Gue cuma bisa pasrah. Haiya... alassolaaa~
Saturday, 22 March 2014
Asem Manis Televisi
Keluarga gue adalah keluarga yang sangat hobi melakukan ritual makan sambil menonton televisi. Hampir setiap makan bareng di ruang keluarga, gue dan keluarga pasti nggak pernah absen buat mantengin tipi sambil rebutan remot dan gonta-ganti channel. Walaupun kami satu keluarga, tapi jenis acara televisi yang pengen ditonton pasti selalu beda. Adek gue yang berbadan atletis, berhati agamis dan beraroma amis maunya nonton Spongebob. Bokap gue yang berwatak serius, berakal jenius dan berpaha mulus maunya nonton politikus berantem. Dan nyokap gue yang berparas cantik, berjiwa kharismatik dan berwajah antik maunya nonton acara joget-joget. Sedangkan gue—cowok berjiwa seni yang sering disiram pake air seni—tiap makan bareng paling cuma bisa nontonin Spongebob berantem sama politikus sambil joget-joget. Andai aja tipi gue bisa dibagi empat, pasti gue nggak perlu lagi repot-repot nyari video kelanjutan episode dari sinetron diem-diem suka nyopet di eternit tiap harinya.
Monday, 10 March 2014
Tujuan Sumanto Ngeblog
Segala sesuatu yang kita lakukan pasti ada tujuannya. Contohnya aja kalo orang nyapu rumah pasti tujuannya supaya rumahnya jadi bersih. Atau supaya nggak di marahin emaknya. Cewek yang suka pake celana ketat warna-warni sambil naik motor metik bertiga pasti tujuannya buat menarik perhatian cowok. Atau pengen dianggap cabe-cabean aja. Cewek yang melakukan operasi plastik pasti tujuannya supaya terlihat lebih cantik. Cowok yang melakukan operasi plastik pun juga pasti tujuannya supaya ngalahin kecantikan cewek cantik. Nah, karena segala sesuatu yang dilakukan pasti ada tujuannya, makanya gue ngeblog karena gue punya tujuan dari ngeblog. Dari ngeblog, gue pengen...
Saturday, 15 February 2014
Sunat Pake Playstation 7
Dalam agama Islam, sunat adalah sebuah kegiatan sekali seumur hidup yang sangat wajib dilakukan oleh seorang cowok. Terutama bagi cowok yang mempunyai sebatang senjata tajam yang dapat menyusut dan memuai secara signifikan. Kalo seandainya seorang cowok muslim itu nggak punya, ya beli dulu lah di apotik. Atau kalo nggak mau modal bisa juga pinjem sama tetangga. Tapi abis minjem jangan lupa balikin. jauhin dah tuh sifat minjalik alias minjem jadi milik. Nggak mau kan dicap sebagai tetangga yang durhaka? Emangnya mau dikutuk jadi sambel rujak? Nggak mau kan? makanya, jauhin sifat minjalik alias minjem jadi milik.
Ngomong-ngomong tentang sambel rujak, sejak lahir sampe jelek kayak sekarang gue hidup di keluarga dan di lingkungan yang mayoritas beragama Islam. Seperti yang gue bilang tadi, dalam agama Islam seorang cowok yang memiliki senjata tajam diwajibkan untuk melakukan ritual sakral yang dinamakan sunat. Karena gue ini cowok, beragama Islam dan gue juga memiliki senjata tajam di sekitar pusat kota Bikini Bottom, makanya gue menyuruh adik gue satu-satunya yang udah kelas 6 SD tapi masih mendewakan spongebob untuk sunat bareng squidward di rumah milik patrick.
![]() |
| Itu adek gue. Iya, yang ada senarnya. |
Monday, 6 January 2014
Selamat Tinggal, bur.
"Bur, jangan pergi dariku!"
"Maaf... Aku Harus pergi"
"Kenapa? Kenapa kamu ingin pergi disaat seperti ini? Saat-saat dimana aku baru bisa merasakan indahnya hidup di dunia? kenapa engkau sejahat itu bur? Libur, jawab dong pertanyaan ku, bur!"
"Lebay nyet. Tanggal merah masih banyak -_-"
"..."
Nggak ada yang abadi, begitu juga antara hubungan antara gue dengan si libur. Nggak terasa, hubungan gue dengan si libur harus berakhir secepat ini. Setelah putus dari si libur, mau nggak mau gue harus langsung kembali menghadapi kejamnya dunia. Kekejaman yang memaksa gue untuk kembali ngejalanin rutinitas menyedihkan yang mengharuskan gue untuk bertemu dengan panasnya aspal jalanan yang disekelilingnya terdapat jejak kaki supir angkot dan gue juga harus merasakan pedihnya aroma tampolan dari knalpot bobokan para pengendara alay setiap harinya.
"Maaf... Aku Harus pergi"
"Kenapa? Kenapa kamu ingin pergi disaat seperti ini? Saat-saat dimana aku baru bisa merasakan indahnya hidup di dunia? kenapa engkau sejahat itu bur? Libur, jawab dong pertanyaan ku, bur!"
"Lebay nyet. Tanggal merah masih banyak -_-"
"..."
Nggak ada yang abadi, begitu juga antara hubungan antara gue dengan si libur. Nggak terasa, hubungan gue dengan si libur harus berakhir secepat ini. Setelah putus dari si libur, mau nggak mau gue harus langsung kembali menghadapi kejamnya dunia. Kekejaman yang memaksa gue untuk kembali ngejalanin rutinitas menyedihkan yang mengharuskan gue untuk bertemu dengan panasnya aspal jalanan yang disekelilingnya terdapat jejak kaki supir angkot dan gue juga harus merasakan pedihnya aroma tampolan dari knalpot bobokan para pengendara alay setiap harinya.
Subscribe to:
Posts (Atom)
