Tuesday, 21 February 2017

3 Hal Positif Dari Kecoa

Apa yang terlintas di kepala lu ketika mendengar kata kecoa? Sebagian orang pasti jijik, sebagian lagi biasa aja, dan sebagian lainnya malah sibuk mikirin kenapa chat sejak berhari-hari lalu belum juga dibales sama gebetan. Padahal lu harusnya sadar, ternyata selama ini gebetan lu cuma menganggap diri lu sebagai hama seperti kecoa. Nggak usah sedih. Sini aku semprot muka kamu pake Baygon biar wangi.

3 Hal Positif Dari Kecoa

Kalo mau iseng mikir, jadi kecoa itu kasian banget. Dari lahir udah dibenci dan dijauhi manusia, tinggal menyendiri di tempat yang jorok (seperti isi kepala kamu), udah gitu kentutnya bisa menyebabkan global warming! Faktanya, kecoa memang doyan kentut setiap 15 menit sekali. Kentutnya bukan sembarang kentut, kentut kecoa merupakan gas metana yang berbahaya bagi lapisan ozon. Bahkan kecoa akan tetap kentut setelah dirinya mati hingga 18 jam lamanya! Bayangin, udah mati aja masih nyusahin. Kalo di sekitar kalian tercium bau kentut, jangan langsung nuduh temen di sekitar. Bisa aja ada kumpulan kecoa yang  sedang menjalankan ritual di situ. Atau bisa jadi karena mulutmu bau jigong. Makanya, sikat gigi!

Meskipun kecoa banyak sisi buruknya, tapi nggak bisa dipungkiri bahwa terdapat pelajaran berharga yang bisa diambil dari kecoa. Di sini gue akan ngasih tau 3 hal positif yang bisa ditiru dari kecoa. Cekidot:

1. Tahan banting

Pernah nonton film Wall-E? Kalo belum, nonton dulu. Kalo nggak punya DVD-nya, download. Kalo nggak punya kuota internet, beli. Kalo nggak punya duit, cari kerja sono! Ngapain malah baca blog gue?

3 Hal Positif Dari Kecoa

Singkatnya, di film Wall-E nggak ada satu pun makhluk hidup yang tersisa di bumi, kecuali kecoa! Dalam film tersebut digambarkan kondisi bumi yang sudah sangat tidak layak huni alias amburadul akibat ulah manusia yang suka merusak lingkungan dan meninggalkan sampah dari teknologi hingga bisa membentuk gedung-gedung pencakar langit. Tapi dalam kondisi sesulit itu, kecoa tetap bisa bertahan hidup.

Fakta lainnya lagi, kecoa yang bentuknya gitu-gitu aja sudah ada sejak 300 juta tahun lalu, bahkan sebelum dinosaurus ada. Bayangkan betapa tahan bantingnya bumi menahan gempuran kentut-kentut kecoa selama 300 juta tahun. Bahkan evolusi pun nggak berani macem-macem sama kecoa.

Lagi-lagi ada faktanya, satu-satunya makhluk hidup yang bisa bertahan hidup terhadap serangan bom nuklir adalah kecoa. Hal ini telah dibuktikan pada bom atom yang dijatuhkan pada Hiroshima dan Nagasaki pada tahun 1945.

2. Fleksibel

http://stream1.gifsoup.com/view6/4316136/oggy-and-the-cockroaches-o.gif

Kecoa merupakan makanan alami bagi burung, mamalia kecil, dan binatang amfibi. Makanya mereka harus mampu menyelinap, bersembunyi dan hidup di tempat-tepat yang tidak disukai makhluk lain. Mereka dapat hidup di mana aja, mulai dari tempat yang paling kotor seperti bantar gebang dan pikiran kamu sampe tempat yang paling higienis seperti bantar gebang yang udah dibersihin. Kecoa juga nggak ribet dalam memilih makanan karena dia bisa makan apa aja alias omnivora. Dia bisa memakan feses, lem, sisa makanan, tromol motor Ninja, kampas kopling, organisme mati (termasuk mayat manusia), bahkan keturunannya sendiri.

3. Bermental Baja A la Anak Kos

Sudah berkembang pandangan di masyarakat bahwa hidup menjadi anak kos di perantauan yang jauh dari masakan emak di rumah itu sulit. Kebutuhan kuliah banyak, tapi duit yang dipunya harus dihemat. Boro-boro mikirin beli es krim di Mekdi, kadang malah milih untuk nggak makan seharian atau ngutang teman demi beli sebungkus bakwan buat ngisi perut yang keroncongan. Tapi positifnya itu bisa bikin kita jadi lebih terbiasa untuk hidup di kondisi yang susah.


Kecoa juga gitu. Tapi kecoa berpuasa bukan karena lagi nggak punya duit buat beli burger di Mekdi, tapi karena kepalanya putus dari badannya sehingga dia nggak bisa makan. Puasanya nggak cuma sehari-dua hari, tapi satu bulan berturut-turut. Kasihan. Entah siapa orang ketiga yang bikin keduanya putus, tapi mari kita doakan agar kepala dan badan kecoa bisa CLBK dan akhirnya balikan supaya dia bisa gangguin hidup kamu lagi. Amin.


Itu dia tadi 3 hal yang bisa dicontoh dari kecoa, yaitu tahan banting dalam, fleksibel, dan bermental baja ala anak kos. Semoga dapat ditiru dan diterapkan di kehidupan kalian masing-masing. Semoga siklus kentut kalian juga seperti kecoa. Semoga postingan ini bermanfaat bagi yang baca. Dan terakhir pesan gue: jangan lupa gosok gigi!

6 comments:

  1. Hahah. Sa ae u! :D

    Tapi iya jugak sik, kenapa ya kecoak itu gak bisa punah? Ada mulu. -_-

    ReplyDelete
  2. Yang terlintas ketika mendengar kata kecoa adalah "terbang". Lagian kecoa itu ngeselin, dihus-hus malah nyamperin :D

    ReplyDelete
  3. Sukaaa dhik! Btw, kecoa musuh bebuyutan gue yaampun😭

    ReplyDelete
  4. yang terlintas pertama kali ketika denger kata kecoa : ya ampun!!! kontrakan kita ada kecoaaaa?!?!

    kemudian akan ada perang besar.

    ReplyDelete
  5. kebanyakan nonton kartun nih kayaknya (feedback)

    ReplyDelete
  6. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete

Kalo berkomentar yang baik-baik aja ya. Kan kalo orang baik pasti komentarnya juga baik. Kalo komentarnya jelek, mending ngaca dulu deh. Siapa tau komentar kamu sama kayak muka kamu :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...